Saturday, August 28, 2010

Tinggal terung haram dapat isteri halal.


Assalammualaikum...
Menemui kembali anak-anak yg di kasehi kerana ALlah swt jua.
Di sini terdapat cerita yg sangat menarik mari kita baca sama-sama. Ibu dapat dari blog Dunia Islam. Mari kita ambil pengajaran darinya.

Tinggal Terung Yang Haram Dapat Isteri Halal

Di KOTA DAMSYIQ,ada sebuah masjid besar yang bernama Masjid Al-Taubah.kira-kira 70 tahun lalu,masjid ini pernah diduduki oleh seorang pemuda..penuntut ilmu yang bernama SULAIM AL-SUYUTHI.

Beliau terkenal pandai dalam ilmu agama dan sangat soleh,tetapi dia sangat fakir.Ia tidak memiliki tempat berteduh selain sebuah bilik didalam masjid Al-Taubah.

suatu hari,Sulaim berasa sangat lapar.sudah dua hari beliau tidak makan dan tidak memiliki apa-apa untuk membeli makanan.pada hari ketiga, beliau merasa hampir mati kelaparan.otaknya berfikir,apa yang harus dilakukan??malah dia berasa telah sampai kepada batasan darurat yang membolehkan dirinya memakan bangkai atau mencuri sesuatu sesuai keperluan.ia memilih untuk mencuri.

Masjid Al-Taubah pada waktu itu berada di tengah-tengah kota raya.rumah-rumah pada saatu itu berada saling berdekatan dan atapnya saling berhampiran.jika seseorang mahu ,ia dapat berjalan hingga ke akhir kota dengan melangkah di atas atap-atap rumah.Syeikh Sulaim segera memanjat dinding masjid.ia terus melangkah ke atap rumah penduduk.ia melihat seorang wanita dari atap tersebut,ia segera menutup matanya dan menjauh.

kemudian dia tiba di sebuah rumah kosong,ia mencium dari dalamnya bau sesuatu masakan.bau itu semacam magnet yang menarik dirinya untuk turun.ia segera melompat ke dalam rumah itu dan terus menuju ke dapur.ia segera mengangkat penutup kuali dan melihat terung-terung (bazinjan mahsyi ) yang sedang dimasak..tangannya mengambil salah satu daripada terung tersebut dan segera menggigitnya.

Namun,sebelum ia sempat menelan gigitan tersebut, akal dan agamanya kembali..Hatinya segera berkata " A'uzubillah...aku seorang pelajar agama yang tinggal di masjid.tidak patut aku ceroboh rumah orang lain dan mencuri makananya.." ia menjadi sangat menyesal,ia lalu beristigfar dan mengembalikan terung yang telah digigitnya itu ke tempatnya semula.

Ia lalu kembali ke masjid dan duduk disebuah majlis ilmu.namun kerana sangat lapar,dia tidak mengerti apa yang dia dengar.Setelah majlis itu selesai,dan semua orang telah kembali ke rumah masing-masing tidak ada yang masih berada di masjid kecuali Syeikh Sulaim dan gurunya..

Dalam keadaan itu, seornag wanita berniqab tiba-tiba datang dan berbicara dengan sang guru,suaranya sangat halus.kemudian guru itu memanggil Syeikh Sulaim lalu berkata kepadanya:

" perempuan itu baru sahaja kematian suaminya.dan dia seorang yang asing di negeri ini.tidak ada yang menjaganya selain pak ciknya yang sudah sangat tua.ia mewarisi rumah dan semua harta suaminya.Untuk itu,dia meminta dicarikan suami yang dapat menjaga dirinya daripada orang jahat.,Mahukah engkau menikahinya?.

Syeikh Sulaim berkata "ya"

lalu Syeikh itu bertanya kepada perempuan itu," mahukah englau menerimanya sebagai suami?."

Ia menjawab "ya"

lalu ia memnggil pakcik perempuan itu dan menghadirkan dua saksi. akad nikah pun dilaksanakan segra.

Syeikh itu berkata, " bawalah suamimu ini"

perempuan itu lalu memimpinya ke rumah tempat tinggalnya.apabila perempuan itu menyingkap niqabnya,ternyata ia adalah sngat muda dan cantik,juga ternyata rumah kediamannya adalah rumah yang telah dicerobohinya tadi.

Isterinya lalu bertanya, "mahukah engkau maka??" ia menjawab "ya"

isterinya segera membuka penutup kuali dan melihat terung-terungnya.ia terus berkata

"hairan sekali,sipa yang telah memakan terungku??"

Syeikh Sulaim segera menangis dan menceritakn kisahnya kepada isterinya. Isterinya itu segera berkata:

"inilah buah daripada sifat amanah. Engkau meninggalkan sebiji terung yang haram, Allah lalu memberikan kepadamu rumah ini beserta seluruh isinya melalui cara yang halal."

~ kisah ini diceritakan oleh Allayarham Syeikh Ali al Thantawi, seorang ulama besar syria yang wafat beberapa tahun lalu,di dalam muzakarahnya,beliau berkata,"cerita ini kisah nyata,saya sendiri mengenali tokoh-tokoh itu dan masih ingat perinciannya".

~ pengajaran yang terkandung dalam kisah ini sangat nyata dan jelas.satu biji terung haram yang ditinggalkan kerana Allah dibalas dengan rumah besar beserta isinya dan isteri yang cantik di dunia ini. belum lagi balasan tidak terkira daripada Allah di akhirat kelak.
Allah berfirman yang bermaksud:


Maka tidak ada seseorang pun yang mengetahui satu persatu persediaan yang telah dirahsiakan untuk mereka (dari segala jenis nikmat) yang amat indah dipandang dan mengembirakan, sebagai balasan bagi amal-amal soleh yang mereka telah kerjakan. ( As-Sajdah 32:17 )


~meniggalkan perkara haram adalah yang disukai oleh Allah.
Imam Al-Tarmizi meriwayatkn daripada Abi Hurairah bahawa Rasul S.A.W bersabda "tinggalknlah perkara-perkara yang haram maka engkau menjadi orang yang paling banyak ibadahnya"

~Siti Aisyah berkata " kamu semua tidaK akan membawa amalan yang lebih baik daripada sedikit dosa. maka barangsiapa yang mahu mengalahkan seorang ahli ibadah yang tidak pernah berhenti meyembah Allah maka tahanlah dirinya daripada dosa."

~Para Ulama' berkata : perbuatan taat dapat dilakukan oleh semua orang.namun meninggalkn maksiat, hanya dapat dilakukn oleh orang yang siddiq (jujur kepada Allah)

~Maimun b mahran seorang ulama' tabiin berkata, "menyebut nama Allah dengan lisan adalah perbuatan yang sangat baik.namun lebih baik daripada itu ialah seseorng yang mengingati Allah ketika hampir melakukn maksiat"


Sekian Wassalam...

petikan dari
majalah Solusi...

Tuesday, August 17, 2010

KUNCI menjadi WANITA SHOLEHAH yang SUKSES


Assalamualaikum...ketatapan anak-anak yg ku kasehi kerana Allah swt jua.
Semuga kasih sayang Allah sentiasa melimpahi kalian.
Lama benar tidak diupdatekan blog ini, kini semacam kehilangan idea untuk mencoretkan. Namun begitu marilah kita hayati bersama sedikit yang ibu temui dari fcb ibu untuk kita hadamkan agar ianya dapat membemtuk perbadi mulimah buat diri kita semua.

Sahabat Hikmah....


Ada seorang wanita sukses dan sholehah bernama Salma.

Dia mempunyai keluarga yang sangat berbahagia dengan suami dan 4 orang anaknya.

Dia cantik berhiaskan jilbabnya, rajin beribadah dan berakhlak mulia.

Dia juga seorang pengusaha garmenn yg berhasil.

Dari keberhasilannya dia sudah membangun mesjid.

Dan panti asuhan dengan 150 anak yatim.

Dia tidak pernah terlihat sedih, bahkan ketika anak bungsunya meninggal.


Ada seorang temannya bernama Zahrah yg selalu memperhatikannya dan bertanya kepadanya :

"Jeng, saya sangat kagum pada Kamu."

"Kamu itu sangat rajin ibadah, dari sholat wajib, baca Quran, puasa sunnah, sholat malam, sholat dhuha, selalu tersenyum ramah dan baik kepada setiap orang."

"Kamu juga mempunyai keluarga yang berbahagia, sabar memberi pelayanan kepada suami dan membimbing serta menyayangi anak-anakmu."

"Kamu juga seorang pengusaha yang sukses, bisa membangun mesjid dan mempunyai panti asuhan dengan biaya dari usahamu."

"Jeng....saya ingin seperti kamu, memakai jilbab, rajin ibadah, berakhlak mulia, punya keluarga yang sangat bahagia, dan sukses dalam usaha...."

"Bahkan waktu perusahaanmu dibobol maling dan anak bungsu kesayangan kamu meninggal...saya lihat kamu sangat tenang sekali."

"Kalau boleh tahu apa KUNCI dari semua itu Jeng?

Salma tersenyum mendengar penuturan dan pertanyaan Zahrah, kemudian menjawab :

"Zahrah sahabatku..... sebenarnya setiap manusia yang memahami dan mengakui ALLAH sebagai Tuhan harusnya bisa seperti itu..."

"Hanya kebanyakan manusia tidak memahami dan mengakui ALLAH sebagai Tuhan."

"Maksudnya Jeng?"

"Mereka tahu Allah adalah Tuhan Sang PENCIPTA, tapi kadang tidak memahami bahwa karena SEMUANYA adalah CIPTAAN Allah dan atas KUASANYA berarti SEMUANYA adalah MILIK Allah dan mereka tidak mengakuinya."

"Saya memakai jilbab...karena rambut saya BUKAN MILIK SAYA SENDIRI, tetapi MILIK Allah...dan Allah memerintahkan untuk menutupnya di depan orang yang bukan mahram."

"Saya sholat, puasa, haji, berusaha berbuat baik kepada semua orang...karena DIRI SAYA BUKAN MILIK DIRI SAYA SENDIRI...Sehingga saya bebas semau saya...tapi DIRI SAYA MILIK ALLAH...saya harus mengikuti semua aturan-aturan-Nya."

"Saya bersabar melayani suami saya dan mendidik dan menyayangi anak-anak saya walaupun saya sibuk dengan usaha saya...karena suami dan anak saya BUKAN MILIK SAYA...tetapi MILIK Allah yg diamanahkan kepada saya."

"Saya mempunyai usaha yang berhasil...bukan karena saya hebat...tetapi karena Allah telah membukakan pintu rizki untuk saya dan untuk karyawan-karyawan saya... dan itupun semuanya MILIK Allah..saya hanya diberi amanah saja."

"Dan saya mempunyai anak bungsu yang sangat saya sayangi...itupun MILIK Allah...saya tidak berhak menahannya waktu diambil oleh-Nya...karena itu BUKAN MILIK SAYA....dan Allah masih memberikan 3 anak yang lain serta PINJAMAN-PINJAMAN-NYA YANG LAIN....YANG SANGAT BANYAK..."

Zahrah termenung.....dan tak berasa butiran-butiran air matanya jatuh dan menangis sambil memeluk Salma.....

" Selama ini saya tahu Allah sebagai Tuhanku...tetapi saya tidak paham bahwa SEMUANYA ADALAH MILIKNYA......Kita tidak mempunyai apapun di dunia ini....dan saya sering TIDAK MENGAKUI bahwa Allah adalah PEMILIK SEGALANYA."

" Benar Zahrah .......dan kita berkewajiban mensyukuri semua nikmat PINJAMAN dari ALLAH. Allah berfirman dalam QS Ibrahim ayat 7 :

Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan : "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."


Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji'un

"Sesungguhnya kita adalah milik Allah.....dan kita semuanya akan kembali kepadanya."

Ya..anak-anak semuanya bukan milik kita semuanya Allah beri pinjam sampai waktunya Allah ambil balik. Kita hanya pemegang amanah yg Allah janji, jika kita pegang amanah itu dgn perjanjian yg betul spt yg termaktub antara kita dan Allah stw, Allah akan beri ganjaran...SYURGA...mudah2an kita dapat menepati janji kita itu...ameen.

Dari Allah kita didatangkan akhirnya kepada Allah swt jua kita akan di kembalikan. Moga-moga sementara waktu yang ada kita dapat mencukupkan bekalan kita untuk kembali kepadaNYA.

Thursday, August 5, 2010

Tip Kembali Kepada Fitrah.


Assalammualaikum...
Salam penuh kasih sayang mengunjungi kalian.
Anak-anak yg dikasehi kerana Allah swt jua...
Di sini terdapat sedikit bahan buat kita semua sempena Ramadhan yg akan menemui kita jua.Bahan ini ibu dapat dari fcb ibu oleh En.Fuad Latif. Marilah sama-sama kita hayatinya semuga ianya dapat menjadi bekal kita bila Raamadhan menjelang kelak.

Tip Kembali Kepada Fitrah.
Beberapa hari lagi, kita akan masuk Bulan Ramadhan. Bagi saya bulan ini adalah bulan latihan agar diri kita yang sedar ini akan kembali kepada fitrah.

Saban tahun kita mencuba untuk benar-benar dapat kembali kepada fitrah. Berpuluh-puluh tahun kita menyambut ramadhan dengan cukup bilangan puasanya. Namun sejauh mana bulan yang penuh kasih sayang Allah SWT dengan keampunanNya mampu benar-benar menjadikan kita hamba yang bertaqwa. Hamba yang bertaqwa itu mudah iaitu mengikut kehendak Allah atau dengan nama lain berserah. kepada sifat sebenar diri kita..sentiasa ingin dekat dengan Allah SWT..kembali kepada fitrah.

BERSERAH BUKAN PASIF. Mereka yang mengatakan berserah itu pasif adalah mereka yang melontarkan persepsi dari fikiran mereka sendiri. Mereka berasakan bahawa mereka memiliki kuasa dan daya sendiri untuk menggerakkan diri mereka sendiri. Bagi mereka, jika berserah kita akan jadi seperti orang malas. Terima sahaja takdir.

Mana mungkin orang yang berserah menjadi pasif sedangkan orang yang berserah mengikut kehendak Allah SWT 100%. Dan mana mungkin Allah SWT tidak menggerakkan hambaNya kerana hambaNya merupakan wakil-wakilNya di dalam mentadbir alam ini. Sudah pasti mereka yang sentiasa mengikut kehendakNya merupakan wakil yang terbaik iaitu sentiasa melakukan seperti apa yang dikehendak olehNya tanpa memprotes apa-apa pun.

Persediaan Ramadhan dan Ketika Ramadhan

Umum mengetahui kita akan tiba ke bulan Ramadhan beberapa hari lagi. Maka bersedialah dari sekarang ini untuk menyambut Ramadhan.

1. Tingkatkan Kesedaran Akan Allah SWT (Kesedaran Tertinggi).
Kuatkan lagi sambung (sedar) ke Allah SWT setiap saat. Ketika berkomunikasi dengan Allah SWT, pastikan benar-benar sedar ke Allah.

Di dalam solat pula, rasakan benar-benar sedar ke Allah dalam setiap rukun solat tu. Caranya..lamakan dalam setiap rukun kita tu. Benar-benar sambung....diam...kemudianbarulah teruskan ke rukun seterusnya. Lakukan terus mulai saat ini.

2.Bacalah Dengan Nama Tuhamu Yang Menjadikan Semua Makhluk.
'Bacalah' termasuk mengetahui, memahami, analisis, sintesis etc. Di dalam membuat pilihan, sudah pasti kita akan cuba memahami, mengetahui, menganalisis etc.

Setiap hal dalam kehidupan ini merupakan pilihan. Tidak ada satu pun yang tiada pilihan. Ambil dalam hal makan pun sudah cukup.

Nak berbuka di mana, dengan siapa, makan apa hari ini, masak ke beli, nak beli di mana.....etc..

Semuanya pilihan. Lalu setiap membuat pilihan, tanya Allah SWT dengan sungguh-sungguh. Mesti sungguh-sungguh iaitu ketika tanya Allah SWT, sedar benar-benar akan Allah SWT.

Lakukan segala aktiviti kita dengan nama Tuhan...Allah SWT. Kita juga diminta untuk membaca bismillah iaitu mengatasnamakan Allah SWT kerana setiap apa yang kita lakukan adalah mengikut kehendakNya. Kita ini adalah wakil Allah SWT di dalam mentadbir alam ini.

Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan) dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya.(QS: Al Ankabut, 29:69 )

3. Kenal Nafsu Baru Mudah Mengawal Nafsu.
Nafsu itu adalah keinginan.Ia terletak di fikiran. Banyak fikir, lagi banyak nafsu. Makanya nanti kalau pergi pasar ramadhan, siapkan dulu plan nak makan apa sebelum pergi. Beli ala kadar.

Plan tidak semestinya ditulis. Cukup di dalam kepala. Tapi jangan mereka-reka ingin makan itu ini.

Jika tiada plan, tunggu sampai di pasar ramadhan dan ingin lihat apa yang ada di pasar ramadhan baru nak beli....pasti membazir. Benar...cubalah.

Angkat kesedaran ketika ini bahawa rasa nak makan itu ini adalah sebenarnya kehendak nafsu. Tekad selepas beli sekadarnya, terus balik.

Tak perlu pusing habis satu pasar ramadhan. Nanti makin pusing...makin banyak fikir...makin banyak nafsu.

Tekad benar-benar. Sedar yang inginkan semua ini adalah JASADKU bukan AKU. Jasadku selalu membawa aku jauh daripada fitrah. Lalu kuatkan kesedaran ini....kerana yang SEDAR inilah AKU yang sebenar.

Ketika sudah membeli yang secukupnya, mintalah pada Allah jika ada rasa ingin makan yang lain-lain lagi.
"Ya Allah...aku teringin makan mee goreng pula ya Allah. Ya Allah...bantu aku ya Allah...bantu aku. Semua ini kehendak jasadku ya Allah...bukan kehendakku ya Allah. Ya Allah...bantu aku ye ya Allah."

4.Solat itu Istirehat Fizikal dan Rohani.
Dirikan solat terawih dengan benar-benar istirehat. Yang dikejarkan itu bukan jumlah solatnya tetapi berapa kuat sedar kita ke Allah dengan solat terawih itu.

Lamakan rukuk, sujud...biar benar-benar bertemu (sedar) akan Allah SWT. Pastikan benar-benar bertemu. Pasti manafaatnya terasa. Pasti. Terutama jiwa itu menjadi tenang. Berserah itu juga akan meningkat.

Rohani kita menjadi kuat. Siangnya jasad menjadi lemah. Tetapi kita tetap bertenaga kerana jasad menggunakan daya dari kekuatan rohani. Malamnya jasad beristirehat dengan melakukan solat yang betul dan cukup sempurna tuqmaninahnya.

Rohani terus sedar ke Allah. Lalu jasad dan rohani mencapai tahap sejahtera yang maksimum.

5. Terapi Sedekah.
Sedekah itu perlu mencontohi peristiwa Qabil dan Habil. Syarat sedekah yang sedia maklum sudah tentulah salah satunya dari sumber yang halal. Saya tidak mahu ulas yang ini kerana ini sedia maklum.

Yang saya ingin ulas di sini adalah syarat terbaik ketika melakukan sedekah. Syarat melakukan sedekah:
a. Ikhlas
b. Harta yang kita sayang

Kalau beri duit tu, naikkan nilai sampai ke nilai yang kita sayang. Nilai itulah diberikan sebagai sedekah.

Cth, mula-mula beri RM5...rasa tak kisah..naikkan lagi..RM10..masih tak kisah..naikkan terus..sampai RM30 sebagai cth, rasa sayang nak beri sebab dalam poket ada RM50 je....hah! nilai itulah (RM30) yang diberikan.

Jika rasa tidak ikhlas kerana nilai itu nilai yang kita sayang, SEDAR kan diri kita itu...bahawa kita sedang berlatih untuk TIDAK TERIKAT dengan harta. Dengan sedar begini, inshaAllah perlahan-lahan kita akan redha dengan jumla harta yang diberikan.

"Ya Allah akan sedang berlatih ya Allah. Ikhlaskan aku ya Allah. Aku rela ya Allah..aku rela...terima kasih ya Allah..terima kasih.

6. Membaca Terjemahan Al-Quran.
Ramadhan kali ini cuba memahami Al-Quran menggunakan terjemahan Al-Quran kerana saya yakin setiap Ramadhan yang lepas kita beberapa kali Qatam Al-Quran. Kali ini cuba baca makna seluruh Al-Quran dalam bahasa melaysia memandangkan kita bukanlah hebat di dalam bahasa Al-Quran.

Terjemahan Al-Quran yang dibaca secara terus akan mudah difahami kemudian di tambah dengan tafsir. Jika seperti biasa kita membaca satu ayat...kemudian baca makna..kemudian baca lagi..kemudian baca makna, agak sukar untuk kita memahami setiap surah itu.

Setiap surah itu ada peristiwa dan juga ajaran-ajaran yang Allah SWT berikan. Kali ini dibaca maknanya terus dari awal surah hingga akhir. Tak salah kalau sayakan...macam kita baca novel tu. Baca terus maknanya bermula surah Al-Fatihah sampai ke An-nas.

Pasti saudara semua akan mula perlahan-lahan faham surah-surah yang ada di dalam Al-Quran. Ada banyak cerita sebenarnya yang akan difahami.

7. Kekalkan Kesedaran Tertinggi.
Teruskan komunikasi dengan Allah SWT ketika melakukan aktiviti untuk mengekalkan kesedaran kita pada Allah. Jika tiada aktiviti, diamlah...dan angkat kesedaran terus ke Allah. Panggil Allah SWT dengan perlahan-lahan...ya Allah....ya Allah...

8. Terapi Diri Dengan Syukur.
Bersyukur itu mestilah didahulukan dengan kesedaran bahawa setiap sesuatu adalah atas keinginan dan kehendak Allah SWT.

Makanya, ketika kita bersyukur mendapat rezeki....syukurlah kerana Allah SWT ingin kita ini menerima rezeki. Jika kita diberikan ketenangan..kebahagiaan...syukurlah kerana Allah SWT ingin beri kita ketenangan dan kebahagiaan itu.

Sedarlah hal ini, pasti tahap kesyukuran...iaitu terima kasihnya kita ke Allah SWT akan meningkat dan terus meningkat. Walaupun kita tahu nilainya tidak terjangkau dengan keinginan Allah SWT ke atas diri kita, teruslah ucapkan terima kasih ya Allah..terima kasih.

Akhirnya:
Mudah-mudahan dengan bahasa yang mudah saya ulas hal-hal di atas, kita mampu memiliki apa yang dijanjikan oleh Allah SWT iaitu menjadi insan yang bertaqwa iaitu yang sentiasa sedar ke Allah SWT setiap saat.

Semua di atas adalah sesuatu yang mampu dilakukan setiap orang. Sangat mudah. Saya yakin. Namun hasilnya pasti hebat...lakukan.

Mereka yang sentiasa sedar ke Allah SWT setiap saat, pasti mudah berserah....jiwa tenang...tiada kecewa..tiada sedih...tiada sakit hati..tiada marah...tiada dengki....

Yang ada hanyalah rindu pada Allah SWT....rasa cinta ke Allah.... dan sebenarnya tidak mampu dihuraikan tentang rasa yang akan di miliki. Yang pasti akan menikmati rasa yang tiada rasa. Yang pasti setiap kita akan merasai rasa nyata hidup bertuhan.

Dan semua rasa yang tiada rasa itu....merupakan fitrah diri kita yang sebenar....yang sentiasa ingin berada dekat dengan Yang Maha Pengasih...dan Maha Penyayang.

Kemudian pastinya di sana nanti Allah SWT akan terus menambahkan kasih sayangnya. Ditambahnya rasa bahagia, diperbanyakkan KEBERKATAN rezeki walaupun rezeki tidak bertambah namun jika ia berkat, pasti rezeki itu sangat mencukupi. Bukan untuk kita dan keluarga sahaja, bahkan mampu dikongsi dengan mereka yang memerlukan.

Setelah kita mampu berserah..kembali kepada fitrah, barulah hubungan sesama manusia akan lebih akrab. Kita memohon maaf dan memaafkan dengan penuh ikhlas kerana jiwa-jiwa kita diilhamkan Allah SWT dengan kefahaman bahawa tiada perlunya bersengketa sesama kita kerana kita menyembah Tuhan yang sama....Allah Yang Maha Esa dan kita akan sama-sama akan kembali kepadaNya suatu hari nanti.

Semoga kita semua akan benar-benar kembali kepada fitrah. PASTIKAN YANG BERPUASA ITU ADALAH JASAD DI DALAM MEMUTUSKAN KEHENDAK JASAD (NAFSU) DENGAN APA YANG DIINGINKANNYA (HAWA). Inilah yang dikatakan berpuasa. NAMUN SANG AKU (NAFS) TETAP KUAT UTUH SAMBUNG KE ALLAH.

Selamat Berlatih....Salam Ramadhan.

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, nescaya Dia mengadakan bagi kamu (petunjuk) yang membezakan antara yang benar dengan yang salah dan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu, serta mengampunkan (dosa-dosa) kamu dan Allah (sememangnya) mempunyai limpah kurnia yang besar. (QS: Al-Anfal, 8:29)

Ya Allah...semuga selepas Ramadhan kali ini dapat memberikan kesan yang mendalam dan berpanjangan sepenjang hatyat kami ameen...